I hate you as much as I miss you

I hate you as much as I miss you

Hi Sobat, aku Kahlan, lokasi Surabaya, kelahiran 1988. Berasal dari keluarga baik2 yang hidup sejahtera dan sederhana. Aku punya seorang Ibu yang cantik dan Ayah yang gendut dan keras kepala, tapi selalu bertanggung jawab dengan keluarganya. Aku mulai menulis blog ini sesuai judulnya ” I dont know who I am” karena semakin hari aku semakin gak kenal dengan diriku sendiri, this is crazy, aku menulis hanya untuk sekedar mencurah kan isi hatiku dan mengungkapkan perasaan yg terpendam. Karena bagiku ini adalah sebuah aib, yang tidak boleh teman atau keluarga tahu. Dulu aku tinggal bersama keluarga, tapi sekarang aku tinggal bersama satu kamar dengan soulmateku rey. Aku sendiri ga tahu kenapa bisa jatuh hati sama rey, seorang pengangguran berwajah cakep yang hidup dengan cara melayani om2 dan tante2, yah.. staus dia motherfuckin gigolo.

Selain bekerja di kantor, dulu aku aktifis LSM penanggulangan hiv/aids, dari situlah aku mengenal bermacam macam tipe orang, mulai dari gay, lesbian, banci, odha, kucing, om2 genit dll. Ini awal aku bertemu dg rey, saat LSMku mengadakan acara malam renungan aids di taman bungkul, saat sedang makan dg teman2 LSM ku, rey yg semula tidak aku kenal duduk didepanku, dia ramah sekali tersenyum sambil menyapaku. Setelah itu aku tinggalin dia begitu saja, aku menganggap dia orang gila ramah dan ga penting. Selanjutnya kita sering bertemu saat dugem, dari situ aku berkenalan dengan dia, aku mulai suka sama dia, walaupun saat itu ada orang lain dihati aku. Dari sinilah gobloknya aku, temanku sudah memperingatkan kalau aku harus berhati2 dengan rey, karena dia itu gigolo. Serentak hatiku keras dan ga bakalan lagi aku suka dia. Tapi hal yang paling manis kudengar dari dia kalau dia mau berhenti jadi gigolo dan bekerja di klinik demi aku, supaya aku mau sama dia. Mungkin aku terlalu cepat mengambil keputusan, akhirnya aku terima dia jadi cowoku.

Tapi setelah bersama dia, hidupku berubah, aku bangkrut karena terlalu banyak memanjakan dia, pengeluaran yang tidak terkontrol karena aku butakan sama yang namanya CINTA. Akhirnya dia mulai lagi jual diri melayani tamu2nya, terpaksa aku ijinkan walau SAKITTTTTTTTTTTTTTTTT !!!!!!!!! karena udah ga ada jalan lain lagi, dan akhirnya sekarang aku jadi ikut2an jadi kayak dia. Hidupku uda ancur, kotor, rusak. Aku ga tahu bakal jadi apa aku besok. Aku udah terlanjur sayang rey, aku ga bisa meninggalkan dia, bahkan aku rela seminggu ga pulang ke rumah hanya karena rey, keluarga ku cemas dan bertanya2. Tahun ini yang aku rencanakan untuk kuliah, ternyata batal, karena tabunganku udah habis.

Tapi..sampai aku tulis ini pun, aku masih sayang banget rey, sepertinya aku tak pernah sesali sayangku untuk rey, dimanapun aku pergi selalu hadir bayang rey, karena bagiku telah memilikimu udah cukup buatku.

Do’a kan aku Sobat, kalau memang harus berkorban untuk mencapai hidup yang lebih baik, aku rela..

Regards,

Kahlan M.