Kemaren adalah hari ke 100 kita jadia, ga krasa ternyata aku kuat juga masih bisa bertahan sejauh, ini, tapi aku merasa hub kita ga akan bertahan lama, mungkin setelah lebaran nanti aku putusin dia. Karena ga tahan, aku telah dibodohinya. Dia cuma sayang uangku, dia baik dan manis bgt kalo ak lg berduit, dia suka sms aku kalo aku belikan pulsa, kalo aku g belikan dia dia g pnh sms aku, katanya ga penting. Pokonya saat uangku habis tak tersisa, aku akan minta putus..  aku g pantas buat dia, dia pantasnya pacaran ma bos, direktur, atau pengusaha yang banyak duitnya, bukan sama aku yang cm pegawai outsourcing.

” Aku ingin cari bf yang ga menyusahkan, yang bisa saling membantu, yang mau merasakan suka duka bersama”

Selama ini aku udah menghormati, menghargai, menyayangi dengan tulus tapi aku ga dapat apa2, dia bilang akan bersama saat suka dan duka, tapi sekarang aku g percaya omongan dia itu.. dia hanya senang dan manis saat aku punya duit, saat aku tak berdaya, miskin, dia cemberut dan suka memaki.

Aku sudah tahu ini dari dulu, cuma aku g tega meninggalkannya.. karena dia g punya tempat tinggal, dia ga bisa bayar kos, Ahhh bodoh.. kenapa aku berpikiran spt itu.. bukannya kemaren dia bilang kalo banyak tamunya yg baik sama dia, tapi dianya yg ga mau, kan ada si Tanto(nama samaran), tamu yg selalu dia bangga banggakan. Jadi aku g perlu lagi pusing2 mikirin dia, toh dia g pnh mikirin aku.

Skg aku cuma bisa menunggu.. biar waktu yang menjawab kapan ini semua akan berakhir.. Kapan burung2 kertas yg kubuat tiap hari akan pergi beterbangan keluar dari sangkarnya..